Sindikat Pencuri BTS Terungkap, Polres Tulang Bawang Panen Apresiasi dari Satgas Telekomunikasi
Foto : Papan bunga ucapan dan apresiasi ke Polres Tulang Bawang atas pengungkapan kasus jaringan pencuri di tower BTS. (Ist)
Lingkarmetro.com | TULANG BAWANG – Keberhasilan jajaran Polres Tulang Bawang, Polda Lampung mengungkap dan menangkap komplotan pencuri baterai Base Transceiver Station (BTS) menuai apresiasi dari kalangan industri telekomunikasi.
Pengungkapan kasus yang selama ini meresahkan operator seluler dinilai menjadi bukti keseriusan aparat kepolisian dalam melindungi infrastruktur telekomunikasi yang menjadi objek vital pelayanan publik.
Ketua Satgas Telekomunikasi Sumbagsel, Soekhatta Setiawan, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolres Tulang Bawang beserta seluruh personel yang terlibat dalam operasi penangkapan tersebut. Menurutnya, tindakan cepat aparat telah memberikan rasa aman bagi penyelenggara telekomunikasi sekaligus masyarakat yang bergantung pada layanan jaringan setiap hari.
“Soal pencurian baterai BTS ini bukan persoalan kerugian perusahaan semata, tetapi menyangkut kepentingan masyarakat luas. Ketika baterai dicuri, layanan komunikasi bisa terganggu, termasuk akses internet, aktivitas ekonomi, pendidikan hingga komunikasi dalam kondisi darurat. Karena itu kami memberikan apresiasi kepada Polres Tulang Bawang atas keberhasilan ini,” ujar Soekhatta kepada awak media, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, aksi pencurian baterai BTS selama ini menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan jaringan telekomunikasi. Tidak sedikit lokasi BTS yang mengalami gangguan operasional akibat hilangnya sumber daya cadangan listrik, terutama ketika terjadi pemadaman listrik dari PLN.
Soekhatta berharap pengungkapan tersebut tidak berhenti pada penangkapan para pelaku lapangan semata. Menurutnya, aparat penegak hukum juga perlu menelusuri kemungkinan adanya jaringan penadah maupun pihak yang menikmati hasil kejahatan tersebut agar kasus serupa tidak kembali terulang.
Apresiasi serupa juga disampaikan Anggota Satuan Tugas Jaringan Telekomunikasi Nasional (SATGAB SUMBAGSEL), Amin Bunyamin. Ia menilai keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur digital nasional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Tulang Bawang yang telah bekerja secara profesional hingga berhasil mengungkap komplotan pencuri baterai BTS. Ini menjadi angin segar bagi seluruh pelaku industri telekomunikasi yang selama ini menghadapi ancaman pencurian perangkat jaringan,” kata Amin.
Menurut Amin, keberadaan BTS merupakan tulang punggung komunikasi digital yang menopang berbagai aktivitas masyarakat. Karena itu, setiap tindakan kriminal terhadap fasilitas tersebut tidak bisa lagi dipandang sebagai pencurian biasa, melainkan kejahatan yang berdampak terhadap pelayanan publik dan stabilitas jaringan komunikasi.
“Peristiwa seperti ini bukan hanya terjadi di Tulang Bawang saja, tapi juga pernah terjadi di sejumlah wilayah yang ada di Lampung. Kami harap, kedepannya aksi pencurian di area BTS tidak terjadi lagi,” harapnya.
Selain itu, pengungkapan kasus tersebut juga mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Berkat kerja keras petugas, aktivitas jaringan telekomunikasi di Kabupaten setempat tidak pernah terhambat.
“Alhamdulillah tidak ngelag lagi. Jaringan semua operator lancar, semoga para pelaku dapat dihukum semaksimal mungkin, dan jaringan lainnya tidak kembali beraksi di Tulang Bawang dan Provinsi Lampung,” pungkas David, warga setempat.
Sebelumnya, upaya aparat kepolisian menangkap komplotan pencuri baterai tower BTS di Kabupaten Tulang Bawang berakhir dengan baku tembak pada Minggu (28/6/2026) dini hari. Dalam insiden tersebut, satu orang pelaku meninggal dunia, sementara tiga pelaku lainnya berhasil diamankan.
Peristiwa itu bermula saat Tim Resmob Polres Tulang Bawang melakukan pengejaran terhadap kendaraan yang ditumpangi para pelaku. Ketika hendak diberhentikan, para pelaku diduga melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah petugas sehingga memicu kontak senjata.
Dalam rekaman video yang beredar luas, terdengar anggota kepolisian memberikan peringatan kepada rekan-rekannya setelah mengetahui pelaku menembakkan senjata api. Situasi berlangsung menegangkan hingga akhirnya petugas mengambil tindakan tegas sesuai situasi yang dihadapi di lapangan.
Kasatreskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, membenarkan adanya baku tembak saat proses pengejaran berlangsung. Ia menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan petugas merupakan respons atas perlawanan bersenjata dari para pelaku.
“Benar, tadi malam terjadi pengejaran terhadap para pelaku dan sempat terjadi baku tembak dengan anggota,” ujar AKP Apfryyadi.
Ia menambahkan, satu pelaku yang meninggal dunia telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani proses visum. Sementara itu, tiga pelaku lainnya kini masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengembangkan penyelidikan lebih lanjut.
Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita dua pucuk senjata api rakitan beserta sejumlah amunisi dan kendaraan yang digunakan saat beraksi. Satgas Telekomunikasi Sumbagsel berharap keberhasilan ini menjadi awal dari upaya pemberantasan jaringan pencurian infrastruktur telekomunikasi secara menyeluruh, sehingga keamanan aset telekomunikasi dapat lebih terjamin dan masyarakat dapat terus menikmati layanan komunikasi tanpa gangguan akibat aksi kriminal. (Red)
Foto : Papan bunga ucapan dan apresiasi ke Polres Tulang Bawang atas pengungkapan kasus jaringan pencuri di tower BTS. (Ist)
![]()
