HUT Metro ke-89, Bambang Ingatkan Pentingnya Introspeksi dan Evaluasi

0
b4fceeb8-f045-48c2-b77c-c60dc3a55fc8

Lingkarmetro.com | METRO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Metro ke-89 tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan seremonial semata. Di tengah berbagai tantangan pembangunan yang masih membelit kota berjuluk Bumi Sai Wawai itu, momentum hari jadi justru diharapkan menjadi ruang refleksi bersama untuk mengevaluasi capaian sekaligus mengakui berbagai persoalan yang belum terselesaikan.

Upacara peringatan HUT Kota Metro ke-89 digelar di Stadion Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari aparatur sipil negara, pelajar, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta unsur Forkopimda.

Hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso dan Wakil Wali Kota Metro Dr. M. Rafieq Adi Pradana. Keduanya berdiri di barisan terdepan memimpin peringatan hari jadi kota yang telah memasuki usia hampir satu abad tersebut.

Dalam amanatnya, Bambang menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Metro tidak boleh dimaknai sekadar sebagai agenda tahunan yang dipenuhi seremoni dan kemeriahan. Lebih dari itu, momen tersebut harus menjadi sarana untuk menggugah semangat persatuan sekaligus melakukan introspeksi terhadap perjalanan pembangunan daerah.

“Hari Jadi Kota Metro bertujuan untuk menggugah kita semua agar menanamkan semangat persatuan dan kesatuan, rasa memiliki, kecintaan dan kebanggaan terhadap Kota Metro, serta sebagai sarana introspeksi dan evaluasi atas apa yang telah, sedang dan akan kita lakukan,” ujar Bambang.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik berbagai pencapaian yang selama ini dibanggakan, Metro masih menyimpan sejumlah pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius. Mulai dari persoalan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik yang terus menjadi sorotan masyarakat.

Menurut Bambang, peringatan HUT ke-89 juga harus mampu membangkitkan kembali semangat pengabdian seluruh aparatur pemerintahan dan masyarakat agar bergerak bersama membangun daerah. Ia menilai pembangunan tidak akan berhasil apabila hanya dibebankan kepada pemerintah semata tanpa dukungan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Peringatan Hari Jadi Kota Metro diharapkan mampu memotivasi dan menggelorakan semangat pengabdian bagi seluruh aparatur pemerintahan dan masyarakat, untuk bersama-sama bersatu, bergotong royong membangun Kota Metro menuju masyarakat yang bahagia,” katanya.

Pada peringatan tahun ini, Pemerintah Kota Metro mengusung tema Harmoni Nyata, Cerdas Bahagia. Tema tersebut menurut Bambang bukan sekadar slogan yang dipasang pada baliho dan spanduk perayaan, melainkan harus diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menjelaskan, harmoni yang dimaksud adalah kemampuan menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Metro. Sementara kecerdasan diwujudkan melalui pembangunan berbasis pendidikan, teknologi, dan tata kelola pemerintahan yang efektif. Adapun kebahagiaan menjadi ukuran keberhasilan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga kualitas hidup warga.

Dalam amanatnya, Bambang juga mengajak masyarakat untuk mengingat kembali perjalanan sejarah Kota Metro sejak awal terbentuk hingga berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan dan jasa di Provinsi Lampung. Menurutnya, sejarah harus menjadi fondasi untuk merancang masa depan yang lebih baik.

Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan Metro selama ini tidak lahir dari kerja satu pihak. Berbagai capaian yang telah diraih merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh warga yang berkontribusi sesuai perannya masing-masing.

“Keberhasilan pembangunan merupakan hasil kerja bersama yang harus terus kita jaga dan tingkatkan. Tema Harmoni Nyata, Cerdas Bahagia mengajak kita memperkuat kolaborasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, memperluas akses pendidikan dan teknologi, serta memastikan setiap kebijakan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga,” tegasnya.

Meski demikian, Bambang tidak menampik bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi pemerintah daerah ke depan. Berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dinilai harus dijawab dengan kerja nyata, inovasi, dan pelayanan yang semakin profesional.

Karena itu, pada usia ke-89 tahun ini, Bambang mengajak seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat Kota Metro untuk menjaga semangat kebersamaan, memperkuat budaya gotong royong, serta bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Baginya, peringatan hari jadi kota akan kehilangan makna apabila tidak mampu melahirkan komitmen baru untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ada.

Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat yang telah berpartisipasi membangun Kota Metro. Ia berharap HUT ke-89 menjadi titik penguat semangat pengabdian sekaligus pengingat bahwa kecintaan terhadap kota harus diwujudkan melalui tindakan nyata. (Red)

 

Foto : Wali dan Wakil Walikota Metro, Bambang Iman Santoso dan Dr. M. Rafieq Adi Pradana saat melepas balon sebagai tanda peringatan hari jadi Kota Metro ke-89 di Stadion Tejosari, Kecamatan Metro Timur. (Red)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *