Sekum Badko HMI Sumbagsel Desak Rapat Pleno, Soroti Sejumlah Persoalan Internal Organisasi

0
d466b06b-5a2f-4e1c-822d-2e2d7da4aa40

Lingkarmetro.com | PALEMBANG — Sekretaris Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) periode 2025–2027, Indra Setiawan, bersama sejumlah jajaran pengurus Badko HMI Sumbagsel menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi internal organisasi.

Dalam pernyataan tersebut, Indra mendesak Ketua Umum Badko HMI Sumbagsel, Tommy, untuk segera menyelenggarakan Rapat Pleno sebagai forum resmi untuk mengevaluasi jalannya kepengurusan sekaligus mencari solusi atas sejumlah persoalan internal yang dinilai terjadi dalam organisasi.

Menurut Indra, pelaksanaan Rapat Pleno merupakan langkah konstitusional yang diperlukan untuk memastikan roda organisasi berjalan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMI.

Ia menilai, forum tersebut penting untuk mengembalikan tata kelola organisasi agar berjalan secara sehat, transparan, akuntabel, serta mengedepankan prinsip kolektif-kolegial.

Indra juga menyoroti jalannya kepengurusan Badko HMI Sumbagsel periode 2025–2027 yang, menurutnya, hingga kini belum menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) sebagai forum resmi untuk menetapkan arah kebijakan dan program kerja organisasi.

Selain persoalan mekanisme organisasi, Indra menyebut adanya persoalan komunikasi internal. Ia menilai komunikasi antara Ketua Umum dengan jajaran pengurus belum berjalan secara efektif dan partisipatif.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi menimbulkan persoalan dalam proses pengambilan keputusan strategis organisasi apabila tidak diselesaikan melalui mekanisme musyawarah dan semangat kolektif-kolegial.

Persoalan lain yang turut disoroti adalah dugaan pemalsuan tanda tangan Sekretaris Umum, Indra Setiawan, pada dokumen resmi organisasi.

Indra menyatakan, dugaan tersebut merupakan persoalan serius yang perlu segera diklarifikasi secara terbuka dan dipertanggungjawabkan melalui mekanisme organisasi maupun ketentuan hukum yang berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran.

> “Rapat Pleno ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan keharusan konstitusional untuk mengembalikan marwah, integritas, dan semangat perjuangan HMI. Kami meminta Saudara Tommy segera membuka ruang penyelesaian yang bermartabat dan objektif sesuai aturan AD/ART HMI,” tegas Indra.

 

Selain itu, jajaran pengurus juga menyoroti fungsi pembinaan dan koordinasi Badko HMI Sumbagsel terhadap cabang-cabang HMI di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Menurut mereka, fungsi koordinasi dan pembinaan cabang perlu diperkuat agar Badko HMI Sumbagsel tetap menjalankan perannya sebagai wadah koordinasi serta pembinaan organisasi di tingkat wilayah.

Indra bersama jajaran pengurus Badko HMI Sumbagsel berharap persoalan internal tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang konstitusional, terbuka, dan mengedepankan kepentingan organisasi.

Mereka juga mengimbau seluruh kader dan elemen Badko HMI Sumbagsel agar tetap menjaga persatuan serta mengawal proses penyelesaian persoalan tersebut secara tertib dan bermartabat.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan atau tanggapan dari Ketua Umum Badko HMI Sumbagsel, Tommy, terkait sejumlah persoalan yang disampaikan dalam pernyataan sikap tersebut.(Lukman)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *