Muscab Perempuan Bangsa Kota Metro: Bergerak, Mengedukasi, dan Melindungi Generasi

0
bdd1219e-c545-4d99-92ab-bd0b25f015d2

Lingkarmetro.com | METRO – Gerakan perempuan tidak cukup berhenti pada ruang organisasi. Perempuan perlu hadir di tengah masyarakat, menyentuh persoalan nyata, sekaligus menjadi bagian dari solusi. Semangat itu mengemuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Perempuan Bangsa Kota Metro yang berlangsung di Jalan Flores Nomor 26A, Kelurahan Ganjar Agung, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Minggu (27/9/2026).

Muscab tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan arah gerakan Perempuan Bangsa di Kota Metro. Organisasi perempuan didorong tidak hanya aktif secara struktural, tetapi mampu menerjemahkan keberadaannya menjadi kegiatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ketua Perempuan Bangsa Kota Metro, Jannatul Lutfiana Sari, menyampaikan bahwa kehadiran organisasi tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

“Perempuan Bangsa ingin mengambil peran melalui kegiatan edukasi, advokasi, pemberdayaan, serta berbagai aktivitas sosial yang menyentuh kebutuhan perempuan dan masyarakat,” ucapnya.

Salah satu perhatian yang menjadi agenda Perempuan Bangsa adalah edukasi bagi pelajar, khususnya para santri. Edukasi tersebut antara lain menyangkut pendidikan seks yang disampaikan secara tepat dan edukatif, sekaligus penguatan pemahaman mengenai perlindungan diri dan lingkungan yang aman bagi anak.

“Persoalan perundungan atau bullying juga menjadi perhatian. Bagi Perempuan Bangsa, sekolah dan lembaga pendidikan semestinya menjadi ruang tumbuh yang aman, bukan tempat yang membuat anak takut untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.

Karena itu, pendekatan edukasi akan dikemas secara riang gembira agar pesan yang disampaikan dapat diterima pelajar tanpa menciptakan kesan menggurui.

“Pendidikan mengenai perlindungan diri, relasi yang sehat, serta keberanian melaporkan tindakan yang merugikan anak dinilai penting dikenalkan sejak dini,” terangnya.

Ketua DPW Perempuan Bangsa Provinsi Lampung, Rida Rotul Aliyah, melalui pengurusnya, Anna Morinda, turut menyampaikan arah dukungan terhadap gerakan Perempuan Bangsa di daerah.

“Kehadiran organisasi diharapkan tidak sebatas menjadi wadah berkumpul, melainkan berkembang menjadi kekuatan sosial yang mampu mendengar kebutuhan perempuan dan merespons persoalan masyarakat,” kata Anna.

Gerakan tersebut juga akan diarahkan pada kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. Perempuan Bangsa Kota Metro menyiapkan sejumlah agenda, di antaranya kegiatan pasar murah yang melibatkan perempuan se-Kota Metro.

Pasar murah tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk gotong royong sekaligus kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan ekonomi rumah tangga, kegiatan sederhana yang mampu membantu meringankan beban warga tetap memiliki arti penting.

“Selain itu, kegiatan kesehatan gratis juga menjadi bagian dari rencana gerakan. Perempuan, khususnya yang memiliki banyak tanggung jawab dalam keluarga, sering kali harus menempatkan kebutuhan dirinya setelah kebutuhan orang lain. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan perempuan menjadi bagian penting dari pemberdayaan,” jelasnya.

Kegiatan olahraga seperti senam juga akan didorong sebagai ruang untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun interaksi positif antarsesama perempuan.

“Konsepnya sederhana, bergerak bersama, sehat bersama, dan membangun lingkungan sosial yang membuat perempuan merasa dihargai serta didukung,” bebernya.

Lebih jauh, Perempuan Bangsa Kota Metro ingin membangun gerakan yang tidak berjarak dengan masyarakat. Ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya seberapa ramai kegiatan digelar, tetapi seberapa jauh keberadaannya mampu menghadirkan manfaat, membuka ruang edukasi, mendengar keluhan, dan membantu mencarikan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi perempuan.

Muscab ini pada akhirnya menjadi penanda bahwa perempuan memiliki ruang besar untuk mengambil peran dalam pembangunan sosial di Kota Metro. Dengan menggabungkan edukasi, advokasi, kesehatan, pemberdayaan dan kegiatan sosial, Perempuan Bangsa diharapkan mampu tumbuh sebagai gerakan yang hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga sebelum persoalan menjadi lebih besar. (Red)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *