Peringati HLUN, Wahdi Beri 43 Pesan untuk Lansia Metro
Foto : Akademisi dan Pemerhati Kesehatan Kota Metro, Dr.dr.Wahdi, SpOG (K- Subsp.Obginsos, SH.,MH. (Ist)
Lingkarmetro.com | METRO – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan ucapan penghormatan kepada orang tua. Momentum ini justru menjadi pengingat bahwa semakin banyak warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian nyata agar dapat menjalani masa tua dengan sehat, mandiri, dan bermartabat.
Akademisi sekaligus pemerhati kesehatan, Dr.dr. Wahdi, SpOG (K) Subspesialis Obginsos, SH., MH., menyampaikan 43 pesan kesehatan dan kebahagiaan bagi para lansia di Kota Metro sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas hidup kelompok usia lanjut.
Menurut Wahdi, menjadi tua adalah proses alamiah yang pasti dialami setiap manusia. Namun, kualitas masa tua sangat ditentukan oleh bagaimana seseorang menjaga kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritualnya sejak dini.
“Menjadi tua itu pasti, tetapi jangan menuakan diri. Lansia harus tetap bergerak, tetap belajar, tetap bergaul, dan tetap memiliki semangat hidup. Masa tua bukan akhir dari produktivitas, melainkan fase untuk menikmati hidup dengan lebih bijaksana dan bahagia,” kata dia saat dikonfirmasi media, Senin (8/6/2026).
Dalam pesannya, mantan Walikota Metro itu mengingatkan pentingnya aktivitas sederhana seperti berjalan kaki setiap hari, melakukan peregangan ringan setelah bangun tidur, menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta membatasi waktu di depan televisi dan telepon genggam.
Ia juga menekankan bahwa kesehatan lansia tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh kemampuan mengelola emosi dan pikiran. Menurutnya, stres berkepanjangan, rasa kesepian, dan kecenderungan memendam masalah justru menjadi ancaman yang sering luput dari perhatian.
“Kalau ada masalah, yakini bahwa selalu ada jalan. Jangan memaksakan diri memikirkan sesuatu secara berlebihan. Berpikirlah positif, banyak bersyukur, dan dekatkan diri kepada Tuhan,” ucap Wahdi.
Di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, pria yang merupakan Ketua Forum Kota Inklusif periode 2022-2025 itu menilai tantangan terbesar bukan hanya persoalan penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, atau demensia. Tantangan lainnya adalah bagaimana menciptakan lingkungan yang membuat lansia tetap merasa dihargai dan dibutuhkan.
Ia menyoroti masih banyak lansia yang hidup dalam kesendirian. Anak-anak bekerja di luar daerah, cucu sibuk dengan aktivitas masing-masing, sementara ruang interaksi sosial bagi lansia semakin terbatas.
Kondisi tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk tidak sekadar menjadikan lansia sebagai objek program tahunan. Sebaliknya, diperlukan kebijakan berkelanjutan yang benar-benar menyentuh kebutuhan mereka hingga ke tingkat lingkungan dan keluarga.
Tokoh Metro yang juga merupakan Ketua Gemasic Indonesia tersebut menjelaskan bahwa terdapat tujuh dimensi penting yang harus diperhatikan dalam kehidupan lansia, yakni dimensi spiritual, kesehatan fisik, intelektual, sosial kemasyarakatan, emosional, profesional atau vokasional, serta lingkungan.
Menurutnya, ketujuh dimensi tersebut harus berjalan seimbang melalui program sekolah lansia, senam dan olahraga lansia, pengajian, pendampingan kesehatan, layanan home care, hingga berbagai aktivitas sosial yang membuat lansia tetap aktif dan bahagia.
“Kami berharap para lansia di Kota Metro dan seluruh Indonesia dapat terus belajar, berkarya, serta aktif dalam kehidupan sosial. Dengan dukungan keluarga, tenaga medis, masyarakat, dan pemerintah, kita bisa mewujudkan lansia SMART, yaitu Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Terampil,” tegasnya.
Dirinya juga mengingatkan bahwa menghormati orang tua tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan materi. Lansia membutuhkan perhatian, teman berbicara, kesempatan beraktivitas, serta ruang untuk tetap berkontribusi di tengah masyarakat.
Peringatan HLUN tahun ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan. Melalui 43 pesan yang disampaikan Wahdi, muncul sebuah refleksi penting bahwa keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya memastikan para lansia dapat menjalani masa tua dengan sehat, ceria, dan bermartabat. (Red)
![]()
