Investasi SDM untuk Menjawab Tantangan Dunia Kerja, UDW Lepas Mahasiswa ke Jepang
Lingkarmetro.com | METRO – Universitas Dharma Wacana (UDW) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing internasional. Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja dan tuntutan globalisasi yang semakin kompleks, kampus tersebut terus membuka jalan bagi mahasiswanya untuk mendapatkan pengalaman kerja lintas negara melalui program magang internasional di Jepang.
Langkah tersebut kembali diwujudkan dengan pemberangkatan mahasiswa Fakultas Pertanian UDW, Ria Darma Sanjaya, yang resmi berangkat menuju Jepang pada Rabu, 10 Juni 2026. Ria akan menjalani program internship di perusahaan pertanian Akasaka Farm, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor pertanian modern di Negeri Sakura.
Prosesi pelepasan dilakukan secara langsung oleh Wakil Rektor III UDW, Dr. Sutiyo, S.Sos., M.IP., bersama Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Yatmin, M.TA., di Bandara Radin Inten II Lampung. Momentum tersebut tidak hanya menjadi peristiwa penting bagi Ria dan keluarganya, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan UDW dalam memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman kerja internasional.
Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan dengan nilai akademik yang baik. Dunia industri kini membutuhkan tenaga kerja yang memiliki pengalaman lapangan, kemampuan beradaptasi, keterampilan komunikasi lintas budaya, serta mentalitas kerja yang kuat.
Wakil Rektor III UDW, Dr. Sutiyo, menegaskan bahwa program magang internasional merupakan salah satu strategi kampus dalam menjawab tantangan tersebut. Menurutnya, pengalaman bekerja langsung di luar negeri akan memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi mahasiswa ketika memasuki pasar kerja.

“Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Program magang internasional menjadi salah satu sarana untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Sutiyo kepada awak media, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti program internship internasional akan mendapatkan pengalaman yang sulit diperoleh hanya melalui proses pembelajaran di ruang kuliah. Mereka dituntut untuk bekerja dalam sistem yang berbeda, menghadapi standar kerja yang tinggi, serta berinteraksi dengan lingkungan budaya yang baru.
Menurut Sutiyo, Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki budaya kerja disiplin, produktif, dan berorientasi pada kualitas. Karena itu, mahasiswa yang mengikuti program magang di negara tersebut tidak hanya belajar tentang teknis pekerjaan, tetapi juga membangun karakter, etos kerja, dan kemampuan adaptasi yang sangat dibutuhkan di era global.
Lebih jauh, program tersebut menjadi bagian dari upaya UDW untuk membangun lulusan yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal maupun nasional, tetapi juga di tingkat internasional. Pengalaman global diyakini akan menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang bergerak sangat cepat.
Program internship ke Jepang tersebut merupakan hasil kerja sama yang telah lama terjalin antara Universitas Dharma Wacana dengan Yayasan Lingua Global Utama Bandung. Kemitraan yang dibangun selama bertahun-tahun itu terus menghasilkan peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional di luar negeri.
Kerja sama tersebut juga menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tinggi saat ini harus mampu membangun jaringan yang luas dengan berbagai pihak. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan akses terhadap dunia kerja internasional, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan diri secara lebih komprehensif.
Hingga tahun 2026, kerja sama itu telah berhasil memberangkatkan 11 mahasiswa UDW untuk mengikuti program internship di Jepang. Angka tersebut menunjukkan bahwa program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah program berkelanjutan yang terus memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.
Dalam waktu dekat, program tersebut bahkan akan kembali memberangkatkan sejumlah mahasiswa lainnya untuk menjalani magang di Akasaka Farm maupun Strawberry Farm. Mereka adalah Go Velisa Oca Renata, Zahrotun Nisa, Fajar Adi Suhendar, Dwi Susilo, M. Choisy Al Fauzi, Arya Pandu Winata, dan Firmansyah.
Di balik keberangkatan para mahasiswa itu, tersimpan pula kisah haru dari keluarga yang selama ini menjadi sumber dukungan utama. Riyadi, ayah dari Ria Darma Sanjaya, mengaku bangga dan terharu melihat putranya berhasil menembus program magang internasional dan berangkat ke Jepang.
Riyadi mengenang pengalamannya bekerja bersama tenaga kerja Jepang sekitar 18 tahun lalu dalam sebuah proyek di Sentul, Jakarta. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam dan memunculkan harapan sederhana bahwa suatu hari nanti ada anggota keluarganya yang dapat merasakan langsung bekerja di Jepang. Harapan yang selama bertahun-tahun tersimpan itu akhirnya menjadi kenyataan melalui keberangkatan putranya.
“Hari ini rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Saya sangat bangga dan bersyukur,” ujar Riyadi dengan penuh haru.
Keberangkatan Ria dan mahasiswa lainnya menjadi gambaran bahwa pendidikan tinggi saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada kelulusan semata, melainkan bagaimana membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata yang mampu meningkatkan nilai kompetitif mereka.
Melalui program internship internasional yang terus berlanjut, Universitas Dharma Wacana menunjukkan keseriusannya dalam mencetak lulusan yang berwawasan global, memiliki karakter kuat, serta siap menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin terbuka tanpa batas negara. (Red)
![]()
