APBD Seret, Warga dan DPRD Gotong Royong Timbun Jalan di Metro Barat

0
bb3a783e-8372-4cbb-a19e-b820ff39b27b

Lingkarmetro.com | METRO – Kondisi keuangan daerah yang disebut sedang tidak baik-baik saja mulai terasa langsung di tengah masyarakat. Di saat perbaikan infrastruktur berjalan lambat akibat keterbatasan anggaran, warga di Metro Barat justru memilih bergerak sendiri bersama anggota DPRD untuk menutup jalan berlubang yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan.

Pemandangan itu terlihat di Jalan Nusantara, Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat. Sejak Senin (11/5/2026), sejumlah warga bergotong royong menimbun ruas jalan berlubang menggunakan material subbase agar kerusakan tidak semakin parah dan membahayakan pengendara.

Gerakan swadaya tersebut diinisiasi oleh Anggota DPRD Kota Metro Fraksi Partai Demokrat, Basuki Rahmat, saat melaksanakan agenda reses di Daerah Pemilihan Metro Barat dan Metro Selatan. Di tengah suasana reses yang biasanya identik dengan penyampaian aspirasi dan janji politik, Basuki justru memilih melakukan aksi langsung bersama masyarakat.

Agus, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kegiatan gotong royong tersebut lahir dari keresahan bersama terhadap kondisi jalan yang rusak cukup lama namun belum juga mendapat penanganan maksimal.

“Ini inisiatif Pak Basuki. Warga diajak gotong royong supaya jalan yang berlubang ini tidak makin parah. Karena kalau menunggu perbaikan penuh, kasihan masyarakat yang tiap hari lewat sini,” kata Agus kepada awak media, Selasa (12/5/2026).

Menurut warga, Jalan Nusantara merupakan akses penting bagi aktivitas masyarakat di lingkungan RW 5 Mulyosari. Kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air kerap memicu kecelakaan, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun.

Foto : Aksi warga bersama DPRD dan aparatur Kelurahan saat melakukan penimbunan lubang di jalan Nusantara, Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat. (Ist)

“Banyak pengendara roda dua yang nyaris terjatuh akibat lubang yang tertutup genangan air. Selama ini hanya bisa melakukan tambal sulam secara mandiri agar kerusakan tidak semakin melebar,” sambungnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Metro dari Dapil Metro Barat dan Selatan, Basuki Rahmad mengatakan, kegiatan tersebut memang bukan solusi permanen. Namun, langkah cepat itu dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan sambil menunggu kemampuan anggaran pemerintah daerah membaik.

“Saat ini kita mencoba kegiatan yang real. Jalan ini kita timbun menggunakan subbase supaya minimal dua sampai tiga bulan ke depan lubangnya tidak menganga lagi,” ucap Basuki.

Ia secara terbuka mengakui bahwa kondisi APBD Kota Metro saat ini sedang mengalami tekanan akibat efisiensi anggaran. Dampaknya, sejumlah program pembangunan infrastruktur belum dapat berjalan maksimal seperti yang diharapkan masyarakat.

Karena itu, dirinya mengajak warga untuk tidak hanya bergantung sepenuhnya kepada pemerintah, tetapi ikut menjaga lingkungan melalui budaya gotong royong.

“Masyarakat hari ini harus paham bahwa kondisi keuangan APBD tidak baik-baik saja. Maka untuk mengantisipasi infrastruktur yang ada, kami sedikit memberikan kontribusi melalui penimbunan Jalan Nusantara ini dengan subbase yang sebelumnya sudah dirembukkan bersama masyarakat RW 5,” ucapnya.

Kader Partai Demokrat itu menilai, kondisi tersebut harus menjadi keprihatinan bersama, bukan sekadar bahan keluhan tanpa solusi.

“Kami mencoba kegiatan real sedikit, mudah-mudahan sangat berarti untuk masyarakat banyak. Tentunya ini harus menjadi keprihatinan bersama untuk tidak menyerah dengan keadaan,” imbuhnya.

Kegiatan gotong royong tersebut juga mendapat apresiasi dari pihak kelurahan. Sekretaris Lurah Mulyosari, Ahmad Rizal Wijaya, menyebut langkah kolaboratif antara warga dan wakil rakyat menjadi contoh positif di tengah keterbatasan anggaran daerah. Menurutnya, selain melakukan penimbunan jalan, warga juga membersihkan saluran air dan genangan yang selama ini mempercepat kerusakan badan jalan.

“Kami mengapresiasi kerja bakti gotong royong ini. Selain penimbunan jalan menggunakan subbase, warga juga membersihkan genangan air supaya kerusakan tidak cepat meluas,” katanya.

Sementara itu, persoalan lain di Dapil Metro Barat dan Selatan juga mencuat dari masyarakat. Infrastruktur rusak, saluran tersier yang belum diperbaiki, pipa PDAM yang belum mengalir hingga lampu makam yang mati bertahun-tahun menjadi deretan persoalan yang dikeluhkan warga.

Anggota DPRD Kota Metro, Deswan, mengungkapkan bahwa salah satu keluhan paling mendesak datang dari warga RW 1 Kelurahan Margorejo terkait minimnya penerangan di area pemakaman umum. Menurutnya, lampu makam yang sudah lama padam membuat proses pemakaman warga pada malam hari berlangsung dalam kondisi gelap gulita.

“Lampu makam itu sudah lama putus sehingga saat ada yang meninggal dan dimakamkan malam hari suasananya gelap gulita,” ujar Deswan usai kegiatan reses di Jalan Kencana RT 4 RW 1, Kelurahan Margorejo, Metro Selatan.

Sebagai solusi sementara, ia mengaku menggunakan dana pribadi untuk memasang enam titik lampu bohlam sambil menunggu realisasi penerangan permanen dari pemerintah daerah.

“Untuk sementara secara pribadi saya memberikan lampu bohlam di enam titik. Nantinya akan digantikan lampu permanen tahun depan sehingga ketika ada warga meninggal pukul satu dini hari aktivitas pemakaman tidak terganggu karena gelap,” katanya.

Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan jaringan pipa PDAM yang hingga kini belum berfungsi optimal mengalirkan air ke rumah-rumah warga. Persoalan tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan belum mendapatkan solusi konkret.

Deswan memastikan seluruh usulan masyarakat akan dicatat dan diteruskan kepada dinas terkait. Namun ia juga tidak menampik bahwa banyak program pembangunan saat ini masih terkendala efisiensi anggaran pemerintah daerah.

“Semua usulan masyarakat akan kita tampung dan perjuangkan, walaupun memang pemerintah saat ini masih terkendala efisiensi anggaran,” tandasnya.

Fenomena gotong royong menimbun jalan di Metro Barat menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat mulai mencari solusi mandiri di tengah keterbatasan fiskal daerah. Di sisi lain, kondisi tersebut sekaligus menjadi alarm keras bahwa persoalan infrastruktur dasar di Kota Metro masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan. (ADV)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *