SMA Negeri 1 Kasui Gelar Sholat Istisqa dan Gotong Royong Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau
Lingkarmetro.com | WAY KANAN — Keluarga besar SMA Negeri 1 Kasui melaksanakan Sholat Istisqa berjamaah sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama menyikapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan, keselamatan, lingkungan, serta kebersamaan seluruh warga sekolah.
Kegiatan Sholat Istisqa dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026, setelah sebelumnya selama Senin hingga Kamis, 7–10 September 2026, proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Kasui dilaksanakan secara daring. Kebijakan tersebut mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Surat Edaran Gubernur Lampung tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik, sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.
Sholat Istisqa berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan dipimpin oleh KH. Mohammad Mustaqim (Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Talang Sawah Kasui) yang sekaligus bertindak sebagai khatib. Para siswa, dewan guru, dan keluarga besar SMA Negeri 1 Kasui bersama-sama memanjatkan doa serta memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT agar diberikan keselamatan, kesehatan, perlindungan, serta kondisi lingkungan yang kembali membaik.
Usai pelaksanaan Sholat Istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan gotong royong membersihkan ruang-ruang kelas dan lingkungan sekolah dari abu vulkanik. Para siswa bersama dewan guru bahu-membahu membersihkan lantai, meja, kursi, dan bagian-bagian ruang kelas yang terdampak abu. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan sehat, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama.
Momentum kembalinya aktivitas pembelajaran tatap muka di SMA Negeri 1 Kasui diharapkan menjadi awal yang baik bagi seluruh warga sekolah. Dengan kondisi yang berangsur membaik, pihak sekolah bersama para siswa diharapkan tetap mengedepankan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik, sekaligus menjaga kebersamaan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung aman, nyaman, sehat, dan lancar.(Lukman)
![]()
