Pasar Murah PKB Diserbu Warga, 450 Paket Sembako Ludes Terjual
Lingkarmetro.com | METRO – Di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan daya beli masyarakat, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Metro menggelar pasar murah sebagai rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Pesantren, RW 02, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Jumat (17/7/2026), disambut antusias warga hingga seluruh paket sembako yang disediakan ludes terjual.
Sejak siang, ratusan warga mulai memadati lokasi kegiatan. Mereka rela mengantre dengan tertib untuk mendapatkan paket sembako yang dijual jauh di bawah harga pasaran. Antusiasme tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau masih sangat tinggi.
Ketua DPC PKB Kota Metro, Wahid Asngari, mengatakan pasar murah bukan sekadar kegiatan seremonial dalam rangka Harlah PKB, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian partai terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.
Menurutnya, tema Harlah PKB ke-28 yang mengusung Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi menjadi pengingat bahwa politik tidak boleh hanya berhenti pada perebutan kekuasaan, tetapi harus diwujudkan dalam keberpihakan terhadap kesejahteraan rakyat.

“Melalui pasar murah ini kami ingin menghadirkan manfaat langsung kepada masyarakat. Semoga dapat sedikit membantu meringankan beban kebutuhan pokok keluarga,” kata Wahid.
Dalam kegiatan tersebut, PKB Metro menyediakan sebanyak 450 paket sembako. Setiap paket berisi dua kilogram telur ayam, dua bungkus minyak goreng ukuran 800 mililiter, serta satu kilogram gula pasir yang dijual dengan harga Rp90 ribu per paket.
Harga tersebut dinilai jauh lebih terjangkau dibandingkan apabila masyarakat membeli seluruh kebutuhan tersebut di harga pasar. Selisih harga itulah yang diharapkan dapat membantu masyarakat menghemat pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Tak butuh waktu lama, seluruh 450 paket sembako yang disediakan panitia habis diserbu pembeli. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya respons masyarakat terhadap program yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari.
Wahid menilai tingginya antusiasme warga menjadi bukti bahwa kegiatan sosial seperti pasar murah masih sangat dibutuhkan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen partai dalam mengawal kesejahteraan masyarakat.
“PKB ingin hadir bukan hanya ketika momentum politik, tetapi juga hadir saat masyarakat membutuhkan. Ini adalah bagian dari pengabdian kami kepada warga Kota Metro,” ujarnya.
Salah seorang warga, Hj. Wati mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang digelar PKB. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang terus mengalami kenaikan membuat masyarakat harus semakin cermat mengatur pengeluaran.
“Alhamdulillah sangat membantu. Isi paketnya lengkap dan harganya lebih murah dibandingkan kalau beli sendiri di pasar. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” ungkapnya.
Ia juga berharap langkah yang dilakukan PKB Metro dapat menjadi inspirasi bagi partai politik lainnya. Menurutnya, masyarakat akan lebih merasakan manfaat apabila lebih banyak organisasi politik menghadirkan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Harapan tersebut mencerminkan keinginan masyarakat agar kompetisi politik tidak hanya berlangsung melalui narasi dan janji, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari. Program sosial seperti pasar murah menjadi salah satu contoh bahwa peran partai politik dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Melalui pasar murah Harlah ke-28 ini, DPC PKB Kota Metro tidak hanya memperingati usia partai, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa amanat konstitusi mengenai kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun konkret. Terjual habisnya 450 paket sembako menjadi indikator bahwa program yang berpihak kepada masyarakat akan selalu mendapatkan tempat di tengah warga. (Red)
![]()
