Pelajar Lintas SMP Terjaring Razia, Disdikbud Metro Instruksikan Penegakan Disiplin Ketat di Sekolah
Lingkarmetro.com | METRO – Tindakan membolos dan bermain judi online yang dilakukan sejumlah pelajar di Kota Metro kembali menjadi sorotan. Pasca razia pada Kamis (7/8/2025) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Metro, sepuluh pelajar dari lima SMP berbeda terciduk saat berada di luar lingkungan sekolah pada jam pelajaran.
Ironisnya, sebagian dari mereka kedapatan tengah mengakses game online dan permainan judi slot melalui ponsel pintar sambil merokok di sebuah warung kelontong.
Temuan ini memantik respon cepat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro. Plt. Kepala Disdikbud Metro, Deddy Hasmara menegaskan pihak sekolah wajib memperketat pengawasan dan menegakkan disiplin sesuai instruksi yang sebelumnya telah dikeluarkan.
“Instruksi ini sebenarnya sudah kami terbitkan sejak 14 Februari 2023 lalu melalui surat nomor 420/566/D-1/02/2023. Kami meminta pihak sekolah, guru, dan komite agar bersinergi melakukan pendampingan, pengawasan, serta penegakan aturan bagi peserta didik,” kata Deddy saat dikonfirmasi Jum’at (8/8/2025).
Dirinya menjelaskan, instruksi tersebut, berisi empat poin penting yang menekankan pada peran aktif sekolah dan orang tua. Mulai dari pendampingan bersama komite sekolah, kewajiban orang tua membuat surat keterangan bila anak tidak masuk, pengecekan presensi secara rutin oleh wali kelas, hingga pemberian sanksi tegas bagi siswa yang membolos.
Selain itu, Disdikbud juga mengingatkan kembali surat edaran nomor 420/2744/D-1/02/2022 yang diterbitkan 9 November 2022. Edaran tersebut lahir dari SK Walikota Metro Nomor 284/KPTS/D-01/2022 tentang Penetapan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah.
“Dalam edaran 2022 itu, sekolah diwajibkan menerapkan pendekatan remedial bagi siswa bermasalah, melakukan pengawasan ketat selama jam belajar, memberikan teguran dan pembinaan terhadap siswa yang membolos, hingga melaporkan perkembangan siswa kepada orang tua,” jelasnya.
“Jika pelanggaran berulang, sekolah bersama dewan guru dan komite dapat menjatuhkan sanksi tegas sesuai tata tertib,” imbuhnya.
Razia yang menjaring para pelajar tersebut dilakukan di beberapa titik rawan pelanggaran di Metro. Sepuluh siswa ditemukan nongkrong di warung, saat diperiksa petugas menemukan aplikasi judi slot di ponsel mereka. Deddy juga menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.
“Pendidikan karakter tidak bisa diserahkan hanya kepada sekolah. Peran orang tua, lingkungan, dan aparat penegak hukum sangat penting. Kita ingin generasi Metro menjadi generasi yang disiplin, berprestasi, dan bebas dari pengaruh negatif seperti judi online,” tandasnya.
Dengan langkah tegas ini, Disdikbud Metro berharap para pelajar dapat kembali fokus pada proses belajar, sementara sekolah diminta tidak lengah dalam melakukan pengawasan internal. Razia serupa direncanakan akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas pendidikan dan moral pelajar di Kota Metro. (Red)
![]()
