Merawat Indonesia dari Gerakan Pramuka, Anna Morinda Tempa Kader di Lamtim
Lingkarmetro.com | LAMPUNG TIMUR – Ratusan kader Gerakan Pramuka dari berbagai gugus depan di Kabupaten Lampung Timur memadati Aula SMK Ma’arif 1 Purbolinggo, Jum’at (26/12/2025), untuk mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Anti Narkoba yang digelar Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Karakter Pramuka melalui Implementasi 4 Pilar Kebangsaan”, sebagai upaya sistematis menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, dan ketahanan moral generasi muda di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Sejak pagi, aula kegiatan telah dipenuhi peserta yang didominasi pelajar tingkat SMA/SMK. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian. Antusiasme terlihat jelas saat sesi pemaparan materi berlangsung, ditandai dengan interaksi aktif, catatan yang serius, hingga diskusi terbuka bersama pemateri.
Materi utama disampaikan oleh Hj. Anna Morinda, S.E., M.M, yang dikenal luas sebagai Kak Anna Morinda, Wakil Ketua VIII Bidang Mental Spiritual dan Bela Negara Kwarda Gerakan Pramuka Lampung. Dalam pemaparannya, Kak Anna mengupas secara mendalam empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tidak sekadar bersifat teoritis, materi disampaikan dengan pendekatan kontekstual yang dekat dengan dunia pelajar dan kepramukaan. Kak Anna menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi pedoman hidup yang harus tercermin dalam sikap, tindakan, dan keputusan sehari-hari para pramuka sebagai generasi penerus bangsa.
“Pramuka adalah kawah candradimuka pembentukan karakter. Di sinilah nilai cinta tanah air, kedisiplinan, persatuan, dan tanggung jawab ditempa. Empat pilar kebangsaan harus hidup dalam perilaku pramuka, bukan berhenti di hafalan,” tegas Kak Anna di hadapan peserta.
Selain mengulas Pancasila dan UUD 1945 sebagai fondasi berbangsa dan bernegara, Kak Anna juga menekankan pentingnya semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan, serta komitmen tanpa tawar terhadap keutuhan NKRI.
Menurutnya, ancaman terhadap bangsa tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam, termasuk degradasi moral, lunturnya nasionalisme, dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Dalam konteks itu, sosialisasi ini juga dirangkai dengan penguatan kesadaran anti narkoba, sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Pramuka, kata Kak Anna, harus menjadi garda terdepan dalam menolak narkoba dan segala bentuk perilaku menyimpang yang merusak masa depan bangsa.
Pesan-pesan kebangsaan yang disampaikan mendapat sambutan hangat dari para peserta. Ratusan kader pramuka terlihat menyimak dengan serius, bahkan beberapa di antaranya aktif mengajukan pertanyaan terkait peran pramuka dalam menjaga nilai keindonesiaan di era digital dan media sosial.
Kegiatan ini menjadi penegasan peran strategis Gerakan Pramuka sebagai mitra negara dalam pembinaan karakter generasi muda. Melalui implementasi 4 pilar kebangsaan, Pramuka tidak hanya diarahkan menjadi organisasi kepanduan, tetapi juga benteng ideologis yang menanamkan kecintaan terhadap NKRI sejak dini.
Dengan digelarnya sosialisasi ini, Kwarda Gerakan Pramuka Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang membumi, relevan, dan berdampak langsung bagi pelajar. Lampung Timur pun menjadi salah satu titik penting penguatan karakter pramuka, sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa Indonesia. (Red)
![]()
