e6ce75be-e394-4ea7-a343-2194384c2532

Lingkarmetro.com | METRO — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro terus berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Bantuan Hidup Dasar (BHD), pelatihan fasilitator Palang Merah Remaja (PMR), serta Vertical Rescue yang melibatkan unsur lintas lembaga dan diikuti ratusan peserta.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PMI Kota Metro ini dilaksanakan pada Jumat–Ahad, 11–14 Desember 2025, bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 3 Metro, dan secara resmi dibuka oleh Ketua PMI Kota Metro, dr. Silvi Naharani Wahdi, Sp.KKLP., MM.

Dalam sambutannya, dr. Silvi menegaskan bahwa kondisi Kota Metro yang terlihat aman dan kondusif tidak boleh menjadikan masyarakat lengah terhadap potensi kebencanaan.

“Banjir, kebakaran, maupun angin puting beliung memang tidak dapat dicegah sepenuhnya, namun risikonya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan, edukasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran PMI bersama seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif agar kesiapsiagaan bencana menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat.

Ketua PMI Kota Metro berharap melalui pelatihan ini akan lahir relawan-relawan PMI dan fasilitator yang kompeten, sigap, dan profesional, serta siap menjalankan tugas-tugas kemanusiaan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Pelatihan PRB ini menghadirkan para pemateri dari sejumlah instansi dan lembaga, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Metro, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro, Dinas Pendidikan Kota Metro, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Metro, serta PMI Kota Metro.

Selaku moderator, H. Bekti Satriadi yang juga Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan PMI Kota Metro menyampaikan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang efektif.

Kepada media, H. Bekti menjelaskan bahwa materi pelatihan terbagi ke dalam empat fokus utama. Pertama, pelatihan PRB yang diikuti relawan lintas lembaga, seperti MDMC, Relawan PMI, dan LPBI NU. Kedua, pelatihan BHD yang diperuntukkan bagi relawan PMI guna meningkatkan keterampilan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan. Ketiga, pelatihan fasilitator bagi pelatih PMR sekolah se-Kota Metro sebagai upaya penyamaan kurikulum dan standar pembinaan PMR. Keempat, pelatihan Vertical Rescue yang diikuti perwakilan rumah sakit se-Kota Metro yang memiliki gedung bertingkat.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya PMI Kota Metro dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas relawan, serta membangun kesiapsiagaan masyarakat yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sementara itu, pemateri dari Bappeda Kota Metro, Trimo Supriyanto, S.IP., M.I.P, memaparkan materi mengenai Mitigasi Struktural dalam Penanggulangan Bencana Kota Metro. Ia menjelaskan bahwa pengurangan risiko bencana harus terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah dan kebijakan tata ruang.

“Mitigasi struktural menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, mulai dari penyediaan ruang evakuasi, peningkatan sistem drainase dan pengendalian banjir, hingga penguatan sarana dan prasarana kebencanaan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Metro telah memasukkan strategi pengurangan risiko bencana ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RTRW dan RPJMD, sehingga pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada aspek keselamatan masyarakat.

Salah satu pemateri dari MDMC Kota Metro, Bekti Ayuningtyas selaku Relawan MDMC, menyampaikan bahwa sinergi antar lembaga menjadi elemen penting dalam pengurangan risiko bencana.

“Dalam pengurangan risiko bencana, tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, lembaga pendidikan, dan relawan menjadi kunci dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat yang efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan relawan merupakan kekuatan utama dalam membangun respons kebencanaan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, PMI Kota Metro menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam upaya pengurangan risiko bencana dan peningkatan kapasitas masyarakat di Kota Metro. (Guswir)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *