Anna Morinda Beri Motivasi dan Penguatan Layanan Pegawai RS Muhammadiyah Metro

0
f8efb264-17ef-48a4-8fc7-97524494fb75

Lingkarmetro.com | METRO — Sosok yang dikenal sebagai pemimpin visioner dan tokoh perempuan inspiratif, Anna Morinda, kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pendidik dan penggerak perubahan.

Senin (17/11/2025), Anna hadir di tengah puluhan pegawai serta jajaran manajemen RS Muhammadiyah Metro untuk menyampaikan materi bertema Manajemen Pelayanan dalam sebuah sesi pembinaan yang digelar di Masjid rumah sakit tersebut.

Kehadirannya bukan sekadar menjadi pemateri, tetapi menjadi penyuntik semangat. Anna berbicara bukan dengan bahasa teknokratis yang kering, melainkan dengan pendekatan yang menyentuh nurani para tenaga kesehatan, bahwa pelayanan bukan hanya tentang SOP dan indikator mutu, tetapi tentang kemanusiaan dan keikhlasan hati.

Di hadapan peserta, Anna menegaskan bahwa tenaga kesehatan memegang peran yang sangat strategis dalam menentukan kualitas hidup masyarakat. Rumah sakit, katanya, adalah tempat di mana harapan sering kali lahir kembali dan kepercayaan menjadi fondasi utama.

Foto : Tokoh masyarakat Kota Metro, Anna Morinda saat memaparkan materi penguatan pelayanan RS Muhamadiyah Metro. (Red/ Lingkarmetro)

“Pelayanan terbaik itu lahir dari hati yang bersih dan pikiran yang terus berkembang. Ketika kita memilih bekerja di rumah sakit, kita bukan sekadar menjalankan profesi, kita sedang menjalani ibadah kemanusiaan,” ujarnya.

Para pegawai terlihat antusias dan mencatat berbagai poin penting yang ia sampaikan. Suasana Masjid RS Muhammadiyah terasa lebih hidup, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi menjadi ruang belajar yang mencerdaskan dan meneguhkan komitmen kerja.

Dalam pemaparannya, Anna juga menyoroti pentingnya manajemen pelayanan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Industri kesehatan kini bergerak cepat, teknologi berkembang pesat, dan tuntutan masyarakat semakin tinggi. Rumah sakit tidak bisa bertahan hanya dengan cara-cara lama.

Anna menekankan perlunya meningkatkan, Empati sebagai kunci komunikasi dengan pasien dan keluarga serta menyempatkan waktu 10 detik pertama untuk menatap keluarga pasien. Kecepatan layanan tanpa mengorbankan keselamatan serta Integritas di setiap proses pelayanan.

“Pelayanan yang baik bukan hanya soal cepat atau ramah. Pelayanan yang baik adalah yang membuat pasien merasa aman, dihargai, dan didengar,” tuturnya.

Anna juga mendorong seluruh unsur rumah sakit untuk membangun budaya kerja kolaboratif, bukan individualistik. Dalam manajemen pelayanan, setiap bagian memiliki peran yang saling terkait, mulai dari dokter, perawat, tenaga administrasi, keamanan, hingga petugas kebersihan. Ia mengingatkan bahwa citra rumah sakit dibentuk dari kerja kolektif.

“Jika satu bagian lemah, semua akan ikut merasakan akibatnya. Maka dari itu, kolaborasi harus menjadi nafas pelayanan,” tegasnya.

Anna mengapresiasi antusiasme pegawai RS Muhammadiyah Metro yang menurutnya memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Lampung.

“Perubahan besar selalu diawali dari langkah kecil yang dilakukan terus-menerus. Saya percaya RS Muhammadiyah Metro bisa menjadi garda depan pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional,” ungkapnya. (Red)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *