Hendra Safuan, Cermin Polisi Modern Berjiwa Pengabdian dari Metro
Lingkarmetro.com | METRO – Di tengah dinamika mutasi jabatan di tubuh Kepolisian Resor Kota Metro, satu nama yang meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat dan rekan sejawat adalah AKP Hendra Safuan, S.H., M.H.
Sosok perwira muda yang dikenal rendah hati, berintegritas tinggi, dan berjiwa kepemimpinan ini kembali melangkah ke babak baru pengabdian—menjadi perwira di Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Lampung.
Serah terima jabatan yang berlangsung pada Kamis, 6 November 2025, dipimpin langsung oleh Kapolres Metro, AKBP Hangga Utama Darmawan, S.I.K. Dalam momen penuh haru dan kebanggaan itu, Hendra Safuan menyerahkan estafet kepemimpinan Kasat Reskrim Polres Metro kepada Iptu Rizki, sementara dirinya bersiap menjalankan amanah baru di level provinsi.
Bagi masyarakat Metro, nama AKP Hendra Safuan bukan sekadar perwira polisi—ia adalah representasi dedikasi, kerja keras, dan keteladanan. Selama menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro, ia dikenal sebagai figur yang tangguh namun humanis. Di tangannya, berbagai kasus kriminal diungkap dengan cepat dan profesional.
Namun, di balik itu semua, Hendra bukan hanya fokus pada penindakan hukum. Ia juga berorientasi pada pencegahan dan edukasi masyarakat, menyentuh lapisan sosial paling bawah agar sadar hukum dan peduli terhadap keamanan lingkungannya. Strateginya yang seimbang antara represif dan preventif membuat situasi keamanan di Metro terasa lebih kondusif.
“Alhamdulillah, sebagai bentuk amanat tugas yang selalu diberikan, saya akan berusaha untuk memaksimalkannya, apapun risiko dan kondisinya,” tegas Hendra Safuan dalam pernyataan perpisahannya, mencerminkan prinsip seorang polisi sejati yang menempatkan tugas di atas kepentingan pribadi.
Karier panjang Hendra Safuan dibangun dari disiplin dan pengalaman lapangan yang beragam. Ia pernah bertugas di Polres Mesuji, Pesawaran, Tulang Bawang, Tanggamus, dan Lampung Timur, sebelum dipercaya menjadi Kasat Reskrim Metro dan kini kembali mengemban amanah di Ditkrimsus Polda Lampung.
Perjalanan lintas daerah itu tidak hanya memperkaya kompetensinya, tetapi juga membentuk ketajaman intuisi hukum dan kemampuan manajerial yang kuat. Dalam setiap penugasan, Hendra menunjukkan satu pola yang konsisten: profesionalisme dan keteguhan integritas.
Selama bertugas di Metro, ia menerima sejumlah penghargaan (reward) dari Kapolres atas keberhasilannya mengungkap berbagai kasus menonjol—mulai dari kejahatan konvensional seperti curat, curas, dan curanmor (C3) hingga kejahatan siber dan tindak pidana ekonomi.
Namun bagi Hendra, penghargaan terbesar bukanlah piagam atau medali, melainkan kepercayaan masyarakat. “Bagi saya, rasa aman yang dirasakan warga adalah bentuk keberhasilan paling berharga,” ungkapnya suatu ketika dalam wawancara internal kepolisian.
Di lingkungan internal Polres Metro, AKP Hendra dikenal sebagai sosok pemimpin yang membimbing tanpa meninggi. Ia tidak segan turun langsung ke lapangan, menyelami kondisi timnya, bahkan menjadi mentor bagi para penyidik muda yang baru belajar memahami kompleksitas dunia reserse.
Baginya, menjadi polisi bukan hanya soal jabatan, tapi juga soal kemanusiaan. Di sela padatnya tugas, ia kerap mendatangi warga korban kejahatan, memastikan keadilan berjalan dengan rasa empati. Sikap inilah yang membuatnya dicintai oleh masyarakat dan dihormati oleh bawahannya.
Kini, saat tongkat komando Kasat Reskrim Polres Metro berpindah ke tangan Iptu Rizki, warisan moral dan profesionalisme yang ditinggalkan Hendra Safuan menjadi fondasi kuat bagi penerusnya. Metro membutuhkan lebih banyak sosok seperti dia—yang bekerja dengan hati, berpikir strategis, dan berani menegakkan hukum dengan adil tanpa pandang bulu.
Perpindahan tugas ini bukan akhir, melainkan babak lanjutan dari perjalanan panjang seorang perwira Polri yang terus mengasah dirinya dalam pengabdian.
AKP Hendra Safuan bukan sekadar seorang polisi; ia adalah potret aparatur negara yang menjadikan tugas sebagai ibadah, dan tantangan sebagai jalan menuju kemuliaan.
Dari Metro untuk Lampung, dari Lampung untuk Indonesia—pengabdiannya adalah teladan, inspirasinya adalah nyala yang tak pernah padam.
Di balik seragam cokelat dan pangkat di pundaknya, Hendra Safuan menyimpan satu prinsip sederhana: mengabdi dengan niat yang bersih. Ia tahu betul, jabatan bisa berpindah, pangkat bisa naik-turun, tapi integritas dan ketulusan akan selalu dikenang.
Malam-malam panjang di ruang penyidikan, langkah kakinya menyusuri gang sempit mencari kebenaran, dan senyum warga yang kembali tenang—semuanya adalah bagian dari kisah sunyi seorang pengabdi bangsa.
Ketika sebagian orang memandang tugas polisi sebagai pekerjaan keras dan penuh risiko, Hendra justru melihatnya sebagai ladang amal dan kehormatan. “Selama saya masih diberi napas, saya akan terus bekerja untuk masyarakat,” ucapnya lirih suatu ketika.
Kini, langkahnya menuju Ditkrimsus Polda Lampung bukan hanya langkah karier, tetapi langkah keyakinan—bahwa setiap amanah baru adalah panggilan untuk berbuat lebih banyak, dengan hati yang tetap teduh dan tangan yang tetap tegas. (Red)
![]()
