Gegara Parkir, Pedagang Pasar Metro Dihajar Terduga Preman

0
a50ccf02-6ea2-4ac5-b68a-61758e5afd97

Foto : Ilustrasi AI Lingkarmetro.com

Lingkarmetro.com | METRO — Keramaian Pasar Pagi Kopindo, Metro Pusat, yang biasanya dipenuhi aktivitas jual beli, mendadak berubah menjadi arena kekerasan. Seorang pedagang muda bernama Miftah (27), harus dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban penganiayaan brutal yang diduga dilakukan oleh seorang pria yang kerap meresahkan lingkungan pasar pada Minggu (29/3/2026) kemarin.

Insiden ini dipicu persoalan sepele, yaitu parkir kendaraan. Namun, persoalan kecil itu menjelma menjadi ledakan emosi yang berujung kekerasan fisik di ruang publik.

Peristiwa bermula dari cekcok antara terduga pelaku dengan Ishak, yang merupakan kakak korban. Kendaraan milik pelaku diduga diparkir sembarangan hingga menutup akses masuk pasar, mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli. Teguran yang seharusnya menjadi solusi justru memantik konflik.

Di tengah ketegangan itu, Miftah mencoba hadir sebagai penengah. Niatnya sederhana, yaitu untuk meredakan suasana agar tidak semakin panas. Namun, langkah itu justru menyeretnya ke dalam pusaran amarah.

Korban sempat diminta pulang oleh keluarganya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tetapi situasi belum benar-benar reda. Tak lama berselang, Miftah diminta kembali ke lokasi untuk menyampaikan permintaan maaf kepada pelaku yang disebut masih tidak terima.

Apa yang terjadi kemudian justru di luar dugaan. Alih-alih mereda, suasana kembali memanas saat korban tiba dan menyampaikan permintaan maaf. Berdasarkan keterangan, pelaku bersama ibunya justru melakukan tindakan agresif dengan mendorong dan menekan korban.

Sejumlah pedagang dan petugas keamanan pasar berusaha melerai. Namun situasi sulit dikendalikan. Pelaku disebut berontak, bahkan mengejar korban yang mencoba menghindar.

“Satpam sempat mencegah, tapi dia berontak dan mengejar Miftah,” ungkap Adi, salah satu saksi di lokasi.

Dalam kondisi terdesak, korban akhirnya terjatuh. Di momen itulah kekerasan terjadi secara brutal.

“Saat saya jatuh karena menghindar, dia memukuli wajah saya sekitar lima kali,” ujar Miftah dengan kondisi luka di pelipis dan memar di bagian mulut.

Tak hanya pelaku utama, ibu dari terduga pelaku juga disebut turut melakukan tindakan fisik. Kakak korban, Ishak, mengungkapkan bahwa ibunya pelaku sempat menarik kerah baju korban dan mendorongnya di tengah kerumunan.

Peristiwa ini sontak menyulut kemarahan para pedagang. Bagi mereka, insiden tersebut bukanlah kejadian pertama. Sosok terduga pelaku premanisme dan disebut telah lama menjadi sumber keresahan di kawasan Pasar Pagi Kopindo.

“Dia pernah menutupi dagangan saya. Saat ditegur malah marah dan menantang.Banyak pedagang resah. Kalau ditegur parkir sembarangan, dia membentak bahkan menantang duel,” ujar Udin, pedagang bawang yang mengaku sering dirugikan.

Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke RSU A. Yani Kota Metro untuk mendapatkan penanganan medis. Luka sobek di pelipis harus segera dihentikan pendarahannya, sementara visum dilakukan sebagai bagian dari proses hukum.

Kasus ini kini telah dilaporkan ke Polres Metro dengan nomor LP/B/96/III/2026/SPKT/Polres Metro/Polda Lampung. Aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku premanisme serta mendalami dugaan tindak pidana penganiayaan.

Di tengah proses hukum yang berjalan, bayang-bayang intervensi pun mulai menghantui. Sejumlah pihak berharap aparat penegak hukum tetap berdiri tegak di atas prinsip keadilan, tanpa pandang bulu.

Kasus ini menjadi cermin buram tentang rapuhnya ketertiban di ruang publik ketika aturan diabaikan dan emosi dibiarkan menguasai. Pasar yang seharusnya menjadi ruang ekonomi rakyat, justru ternoda oleh aksi kekerasan. Kini, para pedagang hanya berharap satu hal yaitu rasa aman yang nyata. Sebab bagi mereka, mencari nafkah tidak seharusnya dibayangi ancaman kekerasan dari oknum yang merasa kebal hukum. (Red)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *