Syiar Ramadhan di Jalan Pengabdian: WLC Metro Tebar Kepedulian untuk Yatim dan Kaum Dhuafa

0
7d6d459a-8257-421a-b05e-fd5eb2e574de

Lingkarmetro.com | METRO – Di tengah hangatnya suasana bulan suci Ramadhan, semangat berbagi kembali ditunjukkan oleh Komunitas Willys Lampung Community (WLC) Korwil Metro dan Sekitarnya.

Melalui kegiatan bertajuk Syiar Ramadhan, komunitas pecinta kendaraan klasik ini turun langsung menyalurkan paket sembako kepada sejumlah panti asuhan dan masyarakat fakir miskin di Kota Metro hingga wilayah Lampung Tengah, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan sosial yang dipimpin langsung Ketua Korwil Metro, B. Marsudiyono, SH, ini menjadi wujud nyata bahwa komunitas otomotif tidak hanya identik dengan hobi berkendara, tetapi juga mampu menghadirkan kepedulian dan manfaat bagi masyarakat.

Rombongan anggota WLC Metro sejak pagi telah bergerak mengunjungi beberapa titik penerima manfaat. Di antaranya Rumah Asuh Yatim Bina Ruhama yang berada di Kelurahan Yosomulyo 21C, Metro Pusat, kemudian Yayasan Panti Asuhan Nurul Husnayain di Purwosari, Metro Utara, serta sejumlah anak yatim piatu di wilayah Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat selama bulan Ramadhan.

Ketua Korwil WLC Metro, B. Marsudiyono, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen komunitas untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk berbagi. Kami ingin memastikan bahwa keberadaan WLC bukan hanya sekadar komunitas pecinta kendaraan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu sesama,” ujarnya.

Menurut Marsudiyono, kegiatan sosial seperti ini telah menjadi tradisi yang terus dijaga oleh WLC Metro sejak komunitas tersebut berdiri pada tahun 2018. Setiap Ramadhan, anggota komunitas secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tradisi berbagi tersebut bukan hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi perekat solidaritas di antara para anggota komunitas.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Di sini ada semangat kebersamaan, ada keikhlasan anggota untuk berbagi. Kami ingin terus menjaga nilai itu,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan Syiar Ramadhan tahun ini juga memiliki misi utama sebagai wadah bagi anggota komunitas untuk meraih keberkahan serta pahala melalui sedekah dan kepedulian sosial.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara anggota WLC Metro dan keluarga mereka. Kebersamaan tersebut dinilai penting untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kekompakan di dalam komunitas.

Program Syiar Ramadhan ini juga sejalan dengan visi kerja WLC Metro periode 2025–2028 sebagaimana tertuang dalam AD/ART komunitas, yang menegaskan bahwa organisasi tidak hanya bergerak dalam bidang otomotif, tetapi juga memiliki misi sosial dan kemasyarakatan.

Dalam setiap kunjungan ke panti asuhan, para anggota WLC Metro juga meluangkan waktu untuk berbincang dengan anak-anak yatim serta pengurus panti. Momen tersebut diisi dengan doa bersama dan tausiyah singkat yang mengingatkan pentingnya berbagi, kepedulian, serta menjaga persaudaraan.

Suasana haru dan kebahagiaan terlihat dari wajah para penerima bantuan. Bagi mereka, perhatian yang diberikan tidak hanya berarti secara materi, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan di bulan yang penuh berkah ini.

Bagi WLC Metro sendiri, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah komunitas tidak hanya diukur dari seberapa besar organisasinya, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan Syiar Ramadhan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang digelar di Resto Alam Lembah London, Tejosari, Metro Selatan. Suasana hangat penuh kebersamaan terasa ketika para anggota dan keluarga berkumpul menikmati hidangan berbuka setelah seharian menjalankan kegiatan sosial.

Tawa, cerita perjalanan komunitas, hingga rencana kegiatan ke depan mengalir dalam suasana kekeluargaan yang erat.

Momentum tersebut semakin menegaskan peran WLC Metro sebagai komunitas yang tidak hanya mencintai kendaraan klasik yang sering mereka sebut sebagai “kendaraan perang” tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang kuat terhadap masyarakat sekitar.

Bagi WLC Metro, Syiar Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah perjalanan nilai, tentang bagaimana komunitas kecil bisa menyalakan harapan besar bagi orang-orang yang membutuhkan.

Karena pada akhirnya, jalan terbaik yang bisa ditempuh sebuah komunitas bukan hanya jalan yang dilalui kendaraan mereka, tetapi juga jalan pengabdian kepada sesama. (Red)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *