Cegah Balap Liar di Metro, Polisi Turunkan Puluhan Personel Gabungan
Lingkarmetro.com | METRO – Upaya memberantas aksi balap liar yang semakin meresahkan masyarakat terus digencarkan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Terbaru, sebanyak 66 personel gabungan dari berbagai satuan di lingkungan Polres Metro diterjunkan dalam patroli dan pengamanan pada Sabtu (21/2/2026) malam.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa aparat tidak lagi memandang balap liar sebagai sekadar kenakalan remaja, melainkan sebagai ancaman nyata terhadap keselamatan publik dan ketertiban lalu lintas di wilayah Kota Metro.
Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan melalui Kasat Samapta, AKP Teguh Puji Ruswanto menegaskan bahwa puluhan personel tersebut disebar secara taktis di sejumlah titik rawan yang selama ini kerap dijadikan arena balap liar.
“Tiga titik utama yang menjadi fokus pengamanan yakni Traffic Light Simpang Al-Rasyid, kawasan Dekranasda Kota Metro, serta area publik di sekitar Taman Merdeka Metro,” ujar Teguh.

Menurutnya, titik-titik tersebut bukan dipilih secara acak. Berdasarkan pemetaan kepolisian, kawasan tersebut kerap menjadi lokasi berkumpulnya kelompok pemuda dan komunitas motor, terutama pada malam akhir pekan hingga dini hari.
Tak hanya berjaga statis, personel gabungan juga melakukan patroli dialogis secara mobile dengan menyisir sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Metro hingga kawasan perbatasan kota. Patroli ini menyasar langsung titik-titik tongkrongan pemuda yang berpotensi menjadi embrio aksi balap liar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), sebuah operasi rutin kepolisian yang kini diintensifkan seiring meningkatnya keluhan masyarakat terhadap aktivitas balap liar.
Pimpinan Regu Siaga 3 KRYD, IPTU Aprianto, mengatakan pendekatan yang dilakukan tidak semata represif, tetapi juga persuasif.
“Kami memberikan imbauan secara langsung kepada anak-anak muda dan komunitas bermotor yang berkumpul di pinggir jalan. Kami tekankan agar mereka tidak terlibat balap liar, tidak membawa senjata tajam, dan ikut menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, menjadi faktor penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.
“Kami mengajak mereka bersinergi dengan kepolisian. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Fenomena balap liar di Kota Metro bukan persoalan baru. Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas tersebut kembali marak dan semakin berani dilakukan di jalan-jalan utama kota. Selain mengganggu ketertiban umum, aksi ini juga menimbulkan risiko kecelakaan fatal, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

Warga mengeluhkan suara bising knalpot, aksi kebut-kebutan tanpa pengamanan, hingga potensi bentrokan antar kelompok. Tak jarang, balap liar juga menjadi pintu masuk bagi tindakan kriminal lain seperti perjudian, konsumsi minuman keras, hingga kepemilikan senjata tajam.
Situasi ini memaksa aparat kepolisian meningkatkan intensitas patroli, sekaligus menunjukkan bahwa penanganan balap liar tidak bisa dilakukan secara sporadis atau seremonial semata.
Langkah pengerahan puluhan personel gabungan menjadi indikator keseriusan aparat dalam menjaga ketertiban. Namun, tantangan terbesar bukan pada operasi sesaat, melainkan konsistensi penegakan hukum dalam jangka panjang.
Tanpa pengawasan berkelanjutan, balap liar berpotensi kembali muncul dengan pola yang sama yaitu berpindah lokasi, bergerak diam-diam, dan memanfaatkan celah lemahnya pengawasan.
Polres Metro menegaskan bahwa patroli serupa akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, terutama pada malam akhir pekan yang selama ini menjadi waktu favorit para pelaku.
“Kami tidak ingin ada ruang bagi aksi balap liar di Kota Metro. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tandas IPTU Aprianto. (Red)
![]()
