Jalankan Program Indonesia Asri, TNI dan Pemkot Kolaborasi Bersihkan Terminal Mulyojati

0
IMG_8304

Lingkarmetro.com | METRO – Komitmen menjadikan Kota Metro sebagai bagian dari gerakan nasional Indonesia Asri kembali ditegaskan melalui aksi nyata. TNI bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggelar kegiatan karya bakti pembersihan fasilitas umum dan sungai di kawasan Terminal Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terkait gerakan nasional kebersihan lingkungan. Terminal Mulyojati dipilih bukan tanpa alasan, kawasan ini menjadi salah satu titik strategis mobilitas masyarakat sekaligus area yang rawan penumpukan sampah.

Mewakili Danrem 043/Gatam, Pjs. Pasi Komsos Korem 043 Gatam, Mayor Inf. Wawan Cahya Gunawan menegaskan bahwa karya bakti ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden.

“Sesusai dengan perintah bapak Presiden bahwa pembersihan ini meliputi sarana dan prasarana umum. Jadi itu yang menjadi sektor sasarannya. Dari mulai sampah dan rumput belukar itu kita bersihkan,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa dipandang remeh. Sampah adalah akar dari berbagai persoalan lingkungan yang dampaknya luas dan nyata.

“Yang perlu kita sadari bahwa sampah ini merupakan sumber permasalahan dari masalah-masalah yang ada. Salah satu contohnya adalah menjadi penyebab utama banjir dan sumber penyakit. Dari hal itu banyak membawa dampak yang kurang bagus untuk lingkungan,” tegasnya.

Mayor Wawan juga menekankan bahwa TNI tidak bergerak sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Kami tetap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, kami tidak bergerak sendiri. Jadi kami melihat di mana ada penumpukan, di situlah kegiatan kami laksanakan, melibatkan seluruh komponen masyarakat,” katanya.

Target yang ingin dicapai, lanjutnya, selaras dengan pencanangan Presiden, yakni membentuk Indonesia yang asri, bersih, dan sehat.

“Untuk targetnya adalah sesuai dengan pencanangan bapak Presiden yaitu membentuk Indonesia Asri,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanah pemerintah pusat. Ia menyebut, aksi bersih-bersih ini telah dilakukan sebanyak tiga kali dalam skala besar sejak program tersebut dicanangkan.

“Ini adalah bagian daripada menindaklanjuti apa yang dicanangkan oleh bapak Presiden dalam rangka program Indonesia Asri. Untuk itu kami di Kota Metro sudah melaksanakan apa yang diamanahkan beliau, dan kegiatan ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya setelah amanah dari pak Presiden,” ujar Bambang.

Ia merinci, gerakan pertama dimotori oleh Polres Metro, kemudian oleh Pemerintah Daerah bersama Forkopimda, dan kali ini dipimpin unsur TNI melalui Danrem dan Dandim.

“Yang pertama dilakukan di Kota Metro ini secara besar-besaran dimotori oleh Polres. Yang kedua dimotori oleh kami Pemerintah Daerah Kota Metro beserta seluruh Forkopimda yang ada. Dan hari ini, Alhamdulillah, dimotori oleh Danrem dan Dandim yang ada di Kota Metro,” jelasnya.

Bambang juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar gerakan Indonesia Asri tidak berhenti pada kegiatan formal semata, melainkan menjadi budaya kolektif.

“Himbauan tentunya kepada masyarakat, dengan program Asri yang dicanangkan oleh pemerintah pusat ini senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan sebagainya, agar supaya terjaga lingkungan yang aman, yang bersih, dan semuanya menjadi indah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa Pemkot Metro sejatinya telah lebih dulu menggagas program Jumat Bersih sejak awal masa kepemimpinannya.

“Sebenarnya Alhamdulillah kami dari Pemerintah Kota Metro itu mengeluarkan surat, apakah bentuknya himbauan atau surat edaran, yaitu justru malah sejak awal Jumat Bersih. Jadi Jumat Bersih itu sudah kita canangkan sejak awal saya memerintah di Kota Metro ini agar supaya dilaksanakan setiap hari Jumat itu kita bersih-bersih,” katanya.

Namun, ketika ditanya soal hasil evaluasi program tersebut, Bambang mengakui bahwa persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya tuntas.

“Iya benar, itu juga menjadi problem buat kita. Tapi kita tidak pernah berputus asa karena kaitannya dengan sampah bukan hanya di Kota Metro, tetapi menjadi masalah nasional. Kementerian terkait juga sedang berupaya untuk hal itu. Bahkan di Kota Metro juga terus berupaya melakukan koordinasi sampai ke kementerian terkait masalah sampah yang ada di Kota Metro ke depannya,” ungkapnya.

Meski demikian, ia tetap optimistis perubahan dapat terwujud jika ada kesadaran kolektif masyarakat.

“Optimis, Insyaallah. Bahkan kita sampaikan dalam setiap momen pertemuan, jangan lupa sampaikan kepada seluruh masyarakat bahwasannya adalah ucapan-ucapan yang baik terkait budaya malu membuang sampah sembarangan. Mudah-mudahan kalau itu sampai 182.000 jumlah masyarakat di Kota Metro sudah menggabungkan budaya malu membuang sampah sembarangan, mudah-mudahan Kota Metro ke depan nantinya menjadi kota yang bersih,” tandasnya.

Aksi bersih-bersih di Terminal Mulyojati ini menjadi gambaran bahwa kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat bukan sekadar simbol kekompakan, melainkan upaya membangun kesadaran bersama. Namun, tantangan sesungguhnya bukan pada seberapa sering kegiatan digelar, melainkan pada konsistensi dan perubahan perilaku. (Adv)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *