FGD Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Digelar di Kota Metro

0
1d0c532b-2558-471b-b9eb-27ddb3a41600

Lingkarmetro.com | Metro – Sejumlah instansi lintas sektor mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka antisipasi bencana alam akibat cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi. Kegiatan tersebut digelar di Aula Polres Metro, Selasa (27/1/2026).

FGD ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana yang meningkat seiring musim hujan dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Kegiatan diikuti oleh unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, BUMN, rumah sakit, BPBD, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan dalam arahannya menegaskan bahwa periode Januari hingga Februari merupakan masa rawan bencana akibat tingginya intensitas hujan dan cuaca yang sulit diprediksi. Oleh karena itu, seluruh unsur diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“FGD ini penting untuk menyamakan persepsi dan langkah antisipatif. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama. Polres, TNI, OPD, hingga unsur pendukung lainnya harus siap, baik dari sisi personel, sarana, maupun anggaran,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menekankan pentingnya tindak lanjut konkret di lapangan, seperti pembersihan saluran air, pemangkasan dan penebangan pohon yang sudah lapuk dan rawan tumbang, serta penyampaian hasil rapat kepada pimpinan masing-masing instansi agar menghasilkan kebijakan dan aksi nyata.

Dari sektor kesehatan, Ns. Muhaimin Fansuri, S.Kep., M.K.M, selaku Ketua Tim Kerja Manajemen Umum RSUD A. Yani Kota Metro, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit siap mendukung penanganan bencana hidrometeorologi.

“RSUD A. Yani telah memiliki pedoman penanggulangan bencana serta sistem kesiapsiagaan layanan kesehatan selama 24 jam. Kesiapan ini bertujuan agar penanganan korban bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” jelasnya.

Sementara itu, Edi, selaku Bidang Pencegahan mewakili Kepala BPBD Kota Metro, Renan Joko Sajarwo, mengatakan bahwa BPBD telah menyiapkan langkah kesiapsiagaan secara menyeluruh dalam menghadapi potensi bencana.

“BPBD menyiagakan lima regu personel piket yang berjaga 24 jam, serta didukung 44 personel relawan yang ditempatkan di 22 kelurahan. Dengan kesiapan ini, kami optimistis dapat memberikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat bencana alam,” ungkapnya.

Ia menambahkan, melalui FGD ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antarinstansi serta terwujud langkah-langkah preventif dan responsif dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, sehingga keselamatan masyarakat Kota Metro dapat terjaga dengan baik. (Guswir)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *