Milad Muhammadiyah 113, LazisMu Peduli Ojol

0
f7a3e038-b370-48b8-b8b2-36d83fcf6f29

Lingkarmetro.com | Metro — Bengkel SMK Muhammadiyah 3 Metro pagi itu, Selasa, 18 November 2025, terasa berbeda dari biasanya. Ruang praktik yang biasanya diisi deru mesin dan aktivitas siswa kini dipenuhi jaket hijau, biru, dan kuning para pengemudi ojek online.

Satu per satu motor berderet rapi, menciptakan pemandangan yang tidak biasa, namun hangat sebuah kolaborasi yang mempertemukan dunia pendidikan, gerakan sosial, dan para pejuang jalanan.

Dari pantauan Media, terlihat kendaraan operasional LazisMu Kota Metro, berada dilokasi. Penuturan salah satu pengemudi Ojol mengatakan bahwa, itu kegiatan LazisMu Peduli Ojol, dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah 113.

Saat ditemui Media ini, H.Bekti Satriadi selaku Ketua LazisMu Kota Metro yang berada di lokasi tampak tersenyum bangga, sesekali terlihat berkaca-kaca menyaksikan antusiasme para pengemudi.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata semangat kemanusiaan dan pelayanan sosial yang menjadi napas gerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri.
“Milad ke-113 ini kami maknai dengan memberi manfaat. Para ojol adalah pekerja ulet yang menopang banyak aktivitas masyarakat. Sudah sewajarnya kita hadir untuk mereka,” ungkap H. Bekti Satriadi.

H.Bekti juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar servis motor atau pemeriksaan kesehatan. Ia menjadi ruang perjumpaan, ruang belajar, dan ruang kepedulian.

Di tengah deru mesin dan semangat Milad Muhammadiyah ke-113, Bengkel SMK Muhammadiyah 3 Metro hari itu menjadi bukti, kebaikan bisa hadir di mana saja, bahkan di antara kunci pas dan oli mesin sekaligus menjadi panggung bagi SMK Muhammadiyah 3 untuk menunjukkan jati dirinya sebagai pusat pendidikan vokasi yang hidup, nyata, dan berdampak.

Nampak akrab para pengemudi Ojol seperti menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan para pengemudi dengan relawan dan pelajar otomotif SMK Muhammadiyah 3.

Aroma oli bercampur dengan obrolan santai membuat suasana terasa akrab. Para siswa tampak sigap membantu pengecekan motor, mulai dari tekanan angin, rem, hingga kondisi rantai.
“Senang bisa bantu driver ojol, sekaligus jadi pengalaman langsung buat kami,” ujar salah satu siswa dengan senyum bangga.

Sementara itu, para pengemudi ojol mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain mendapat layanan cek motor dan kesehatan, mereka merasakan kehangatan kepedulian dari warga Muhammadiyah.
“Biasanya kami servis kalau menggunakan uang pribadi, tapi di sini gratis dan mendapatkan bingkisan seperti beras dan lain-lain. Kegiatan seperti ini sangat membantu,” ujar seorang driver sambil menunggu motornya ditangani.

Di tengah ramainya kegiatan, Kepala Bengkel SMK Muhammadiyah 3 Metro, Rachmad sebagai kepala bengkel, turut memberikan pandangannya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan ini bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga bagian dari komitmen sekolah untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang nyata, relevan, dan bermanfaat.
“Bengkel ini bukan hanya tempat praktik, tetapi ruang pembentukan karakter dan kompetensi. Siswa kami belajar bukan sekadar membongkar mesin, tetapi melayani masyarakat dengan keterampilan dan empati. Inilah ciri khas SMK Muhammadiyah 3 unggul di keahlian, kuat dalam nilai,” ujarnya.

Rachmad juga menambahkan bahwa kegiatan-kegiatan kolaboratif seperti ini menjadi cermin kualitas lulusan yang ingin dihasilkan oleh SMK Mutiga: terampil, percaya diri, dan siap bekerja di dunia industri maupun dunia layanan publik.
“Kami ingin siswa terbiasa menghadapi situasi nyata dan berinteraksi dengan masyarakat. Itu yang membuat mereka lebih matang. Dan hari ini, mereka membuktikan itu,” tambahnya.

Di sudut bengkel, beberapa driver tampak saling bercanda, seolah melupakan sejenak padatnya perjuangan di jalan. Ada nuansa persaudaraan yang tumbuh tanpa sekat—antara siswa, relawan, tenaga kesehatan, dan para pengemudi. (Guswir)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *